Oleh : Habib Novel Al-athos (LPD Al-Bahjah)
Lanjutan ..
Pertama :
Para ulama malas untuk berdakwah (turun tangan di masyarakat) karena mereka sudah cukup puas dengan pondok-pondok pesantren mereka. Sedangkan para pemuda yang sudah jauh dari Allah SWT harus diberi "sentuhan" dakwah (mendidik dan mengawasi) langsung tidak cukup dengan perkataan saja agar hatinya tersentuh.
Diriwayatkan suatu kisah pada zaman Rasulullah SAW ada seorang pemuda bernama Fudholah yang berniat membunuh Rasul karena kebenciannya. Dikatakan bahwa pada saat itu Rasul sedang melaksanakan thawaf dan Fudholah mengikutinya untuk membunuh Rasul akan tetapi dia teringat suatu kejadian disaat Rasulullah menegur dan menyentuh dada Fudholah. Pada saat itu pula hati Fudholah luluh dan tersentuh sehingga tidak jadi membunuh bahkan Fudholah mengatakan bahwa tidak ada orang yang lebih dicintainya melainkan kepada baginda Rasulullah SAW.
Dari riwayat tersebut dapat diambil hikmah bahwa peranan seorang pembimbing (guru) sangat penting karena seorang pemuda (murid) akan senang jika ditegur langsung tatkala murid melakukan kebaikan dan keburukan.
bersambung...
Home »
» PEMUDA (bag.2)

0 komentar:
Posting Komentar